Fenilalanin, atau Fenilalanina (bahasa Inggris: Phenylalanine, Phe, F) merupakan suatu asam amino penting yang banyak terdapat pada makanan. Dengan rumus kimia C9H11NO2, fenilalanin termasuk dalam asam amino aromatik yang memiliki cincin benzena. Fenilalanin memiliki nama kimia asam 2 - amino - 3 - fenil - propanoat. Fenilalanin merupakan asam amino yang penting karena fenilalanin bersama dengan taurin dan triptofan, merupakan senyawa yang berfungsi sebagai penghantar atau penyampai pesan pada sistem saraf otak (neurotransmitter).
Dalam keadaan normal, tubuh akan mengubah fenilalanina menjadi tirosina, sebuah asam amino yang dibutuhkan dalam proses sintesis protein, zat kimiawi otak termasuk L-DOPA, adrenalin, noradrenalin dan hormon tiroid. Apabila tubuh kekurangan fenilalanin, maka tubuh akan bereaksi dengan gejala-gejala antara lain kurang bersemangat, tingkat kewaspadaan menurun, sering terlihat bingung, nafsu makan menurun, sulit dalam mengingat, dan depresi.
Fenilalanin terkandung dalam aspartam. Aspartam adalah pemanis sintetik / pemanis buatan non-karbohidrat. Aspartam, yang memiliki rumus kimia C14H18N2O5, ditemukan pada tahun 1965 oleh James Schslatte. Aspartam sesungguhnya merupakan hasil percobaan James yang gagal.
Di samping itu, terdapat sebuah kelainan metabolik yang sangat langka yang terjadi akibat kekurangan enzim yang dibutuhkan untuk mengubah fenilalanina menjadi tirosina, yang disebut fenilketonuria (PKU). Hal ini mengakibatkan tertimbunnya fenilalanina di dalam darah dan bersifat toksin terhadap otak. Kondisi ini dapat mengakibatkan keterbelakangan mental jika tidak segera ditangani pada 3 minggu pertama setelah kelahiran. Penyakit fenilketonuria termasuk penyakit keturunan.
Penyakit ini disebut Fenilketonuria karena ditemukan hasil metabolisme fenilalanin, yaitu fenilketon pada air kemih (urin). Fenilketon ini menyebabkan bau yang khas pada air kemih. Gajala ini yang pertama kali dideteksi pada penderita PKU, sehingga sampai saat ini disebut fenilketonuria yang artinya fenilketon pada urin.
– Dikutip dari berbagai sumber
Selain ciri diatas, ciri lain dari pengidap Fenilketonuria antara lain:
- Retardasi mental
- Perilaku atau masalah-masalah sosial
- Kejang, tremor atau gerakan yang menghentak di lengan dan kaki
- Hiperaktif
- Pertumbuhan terhambat
- Ruam kulit (eksim)
- Ukuran kepala kecil (microcephalus)
Artikel
ini sebenarnya merupakan seri dari Jajanan SD. Masih belum mengerti? Jadi
sebenarnya fenilalanin terdapat pada minuman gopekan atau minuman serbuk yang
harganya berkisar seribu sampai lima ribu rupiah. Berdasarkan pengalaman kami, ditambah sedikit sok tahu,
Minuman-minuman yang terdapat fenilalanin diantaranya:
- Nutrisari
- Teh Sisri
- Pop Ice
- Tea Jus
- Big Cola
- Segar Dingin
- Okky Jelly
- Segar Sari
- Marimas
- Extra Joss
- Gresh
- Arinda
- Dan lain-lain
Diantara minuman yang disebutkan diatas sisanya adalah
minuman-minuman gopekan yang kami bahkan kesulitan menyebut mereknya karena terlalu
banyak. Indikator utama minuman berfenilalanin biasanya terdapat tulisan
di kemasan bagian belakang: Mengandung fenilalanin, tidak cocok untuk penderita
fenilketonuria. Selain itu biasanya minuman fenilalanin berwarna dan memiliki rasa.



